Showing posts with label Shalat. Show all posts
Showing posts with label Shalat. Show all posts

Saturday, January 26, 2013

7 Shalat sunah yang dianjurkan

1. Shalat Tahajjud
Shalat Sunnah Tahajjud dikerjakan pada waktu malam hari (pada jam : 1-2 malam) setelah bangun dari tidur.
Shalat Sunnah Tahajjud dilakukan dua raka’at sekurang-kurangnya, dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. (tiap dua raka’at salam)

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat lainnya.
(S. Al-Imran ayat : 284-286).

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat lainnya.
(S. Al-Imran ayat : 18-19-26-27).

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatat tahajjudi rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunah Tahajjud dua raka’at, karena Allah.

*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH TAHAJJUD DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

2. Shalat Duha
Shalat Duha ialah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik, pagi hari mulai jam 7 – 11.30 siang hari. Sekurang-kurangnya shalat duha dua raka’at dan sebanyaknya delapan raka’at (tiap dua raka’at salam).

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat Asy-Syams (wasy-syamsi wadluhahaa) setelah membaca surat Al-Fatihah.

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat Ad-Dluha (wadhuhaa wal laili idzaa sajaa).

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatad dluhaa rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat duha dua raka’at, karena Allah.
*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH DUHA DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

3. Shalat Istikharah
Shalat Sunnah Istikharah dua raka’at, untuk memohon kepada Allah SWT pada pilihan sesuatu (pekerjaan baik tau tidaknya yang akan dilakukan).
Maka dalam hal ini kita mohon penetapan (petunjuk) Allah SWT dari sesuatu pekerjaan yang masih kita ragu-ragukan baik atau buruk.

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat Al-Kafirun.

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat Al-Ikhlas.

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatal istikhaaroti rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Istikharah dua raka’at, karena Allah.

*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH ISTIKHARAH DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

4. Shalat Sunnah Tasbih
Shalat sunah Tasbih ini dianjurkan mengamalkannya, kalu bias pada tiap-tiap malam, kalau tidak bias , maka sekali seminggu, kalau juga tak sanggup, dapat juga dilakukan sebulan sekali atau setahun sekali, kalu tak bias setahun, setidak-tidaknya sekali seumur hidup.

a. Dikerjakan 4 (empat) raka’at dengan satu salam (pada siang hari).
b. Dan dua raka’at salam, kemudian 2 (dua) raka’at salam (pada malam hari).

* Pada siang hari
Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatat tasbiihi rok’aatin lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Tasbih empat raka’at karena Allah.


* Pada malam hari
Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatat tasbiihi rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Tasbih dua raka’at karena Allah.

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat lainnya.

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat lainnya.

Membaca tasbihnya sebagai berikut :
Subhaanallah wal hamdu lil laah walaa ilaaha illallaah wallaahu akbar
Artinya : Maha Suci Allah, serta puji-pujian bagi Allah, dan tidak ada Tuhan (yang wajib disembah) hanya Allah, dan Allah Maha Besar.

Dan lebih utama tasbihnya : (dengan membaca) sebagai berikut :
Laa haulaa wa laa quwwata illaa bil laahil ‘aliyyil ‘azhlim
Artinya : Tidak ada daya upaya dan tidak ada kekuatan, hanya dengan pertolongan Allah.

 Membaca Tasbih 15 kali, pada raka’at pertama setelah membaca Al-Fatihah, lain-lainnya.
 Membaca Tasbih 10 kali pada waktu  ruku’ setelah membaca lain-lainnya.
 Membaca Tasbih 10 kali, pada waktu I’tidal (bangkit dari ruku’) setelah membaca lain-lainnya.
 Membaca Tasbih 10 kali, pada waktu sujud setelah membaca lain-lainnya.
 Membaca Tasbih 10 kali pada waktu duduk antara dua sujud, setelah membaca lain-lainnya.
 Membaca Tasbih 10 kali pada waktu sujud setelah membaca lain-lainnya.
 Membaca Tasbih 10 kali pada waktu akan berdiri (duduk membaca Tasbih) kemudian bangkit berdiriuntuk meneruskan raka’at yang kedua dan seterusnya sehingga empat raka’at dengan jumlah 300 Tasbih. (75 Tasbih satu raka’at).


5. Shalat Sunnah Taubah

Shalat sunnah Taubah dua raka’at (4 dan 6 raka’at) dilakukan setelah seseorang telah merasa berbuat dosa (ma’siat), kemudian bertaubat kepada Allah SWT.
Bertaubat dari sesuatu dosa ialah menyesal atas perbuatan yang telah dilakukan itu (perbuatan ma;siat/dosa dan sebagainya), dan berniat pada hati yang ikhlas karena Allah tidak melakukan lagi perbuatan ma’siat/dosa itu, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatat taubah rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Taubah dua raka’at, karena Allah.

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah dan surat lain-lainnya.

Pada raka’at II (kedua) setelah surat Al-Fatihah surat lain-lainnya.

*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH TAUBAH DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

6. Shalat Sunnah Hajat
Shalat sunnah Hajat yang dikerjakan dua raka’at (4 dan 12 raka’at karena mempunyai hajat agar; diperkenankan) hajatnya oleh Allah SWT, dan berdoa pada Nya.
Dan pada tiap dua raka’at salam.

Bacaan niatnya sebagai berikut :
Usholii sunnatal hajati rok’ataini lil laahi ta’aalaa
Artinya : Saya shalat sunnah Hajat dua raka’at karena Allah.

Bacaan pada raka’at I (pertama) surat Al-Fatihah, kemudian Al-Kafirun 10 kali.

Pada raka’at II (kedua) surat Al-Fatihah, kemudian surat Al-Ikhlas 10 kali.
Kemudian setelah Salam, sujud kembali satu kali dalam sujud itu membaca sebagai berikut :
1. Membaca Shalawat 10 kali sebagai berikut :
Allahumma sholli ‘alaa habiibika sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shohbihi wa salim

2. Membaca Tasbih 10 kali sebagai berikut :
Subhaanallaah wal namdu lil laahi walaa ilaaha illallahu wallaahu akbar

3. Membaca Doa 10 kali sebagai berikut :
Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar

Kemudian kita mohon kepada Allah (katakanlah) apa yang dibutuhkan hajatnya, dan kemudian bangkitlah (bangun) dari sujud itu.

*DOA SELESAI SHALAT SUNNAH HAJAT DAPAT DIPEROLEH DENGAN MENGIRIM PERMINTAAN MELALUI EMAIL ATAU SMS*

Setelah membaca doa Shalat Hajat, kemudian membaca Shalawat 100 kali sebagai berikut :
Allaahumma sholli ‘alaa syyidinaa Muhammadin sholaatar ridlaa wardla ‘an ash haabihir ridlaar ridlaa
Artinya : Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad kesejahteraan yang diridlai, dan ridlailah dari pada para sahabat-sahabatnya sekalian.

Keterangan :
Shalat sunah Hajat ini, laksanakanlah semalam, dua, tiga, hingga tujuh malam, sebagaimana yang dibutuhkan pada Hajatnya itu. Insya Allah terkabul.

7. Shalat Sunat Safar
Bagi orang yang berpergian yang tidak ma’siyat, disunahkan untuk mengerjakan shalat sunat. Misalnya berpergian untuk berdagang, utnuk mencari ilmu untuk pergi haji, dan lain-lain. Tujuannya supaya mendapat keselamatan, keridhaannya dan berhasil apa yang dicita-citakannya, dan shalat sunat safat ini dikerjakan sebelum pergi. Adapun jumlah rakaatnya ada dua raka’at.
Dari Abu Hurairah Nabi bersabda :
“ Apabila engkau hendak keluar dari rumahmu, bershalatlah dua raka’at, niscaya dua raka’at itu memeliharamu dari tempat keluarnya kejelekan, dan apabila engkau masuk ke dalam rumahmu, bershalatlah dua raka’at, niscaya dua rakaat itu memeliharaamu dari masuknya kejelekan”. (HR. Baihaqi)

1. Mula-mula berdiri lurus (tegak) menghadap kiblat. Ke dua kaki dijarangkan kira-kira sejengkal dan tangan di lepaskan. Mata diarahkan ketempat sujud.

Niatnya :
Ushalli Sunnatas Safari rak’ataini lil laahi ta’aalaa (didalam hati)
Artinya : Aku shalat safar (hendak berpergian) dua raka’at karena Allah.

Semoga Bermanfaat
Wassalam

Sumber:http://rafi-orilya.blogspot.com/2012/03/tuntunan-7-shalat-sunnah-yang.html

Thursday, November 8, 2012

Khusyu’ dan Khudu dalam Shalat 1


Banyak orang yang mengerjakan shalat, bahkan mendirikan secara berjamaah, akan tetapi demikian buruk shalatnya, sehingga mereka tidak mendapatkan pahala dari shalatnya itu. Shalat mereka bagaikan kain buruk yang akan dilemparkan ke wajahnya, seolah-olah tidak mengerjakan shalat adalah lebih baik. Memang balasan seperti ini tidak sepedih azab yang diberikan kepada orang yang meninggalkan shalat. Orang yang meninggalkan shalat akan menerima azab yang lebih berat lagi. Walaupun untuk mendirikan shalat kita harus mengorbankan waktu, meninggalkan pekerjaan, dan menemui berbagai kesulitan, namun shalat harus dikerjakan dan diusahakan dengan sebaik-baiknya.

Allah Swt berfirman :

“Sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, daging-daging dan darahnya, tetapi yang sampai kepada-Nya hanyalah ketakwaan kalian.” (QS.Al-Hajj 22:37)
Semakin kita ikhlas dalam ibadah maka semakin dikabulkan oleh Allah Swt. Keikhlasan serta kekhusyuan dalam mengamalkan suatu ibadah itulah yang akan diterima oleh Allah Swt.

Mu’adz ra berkata, “Ketika Rasulullah saw mengutusku ke Yaman, aku memohon kepada beliau supaya memberikan nasihatnya. Rasulullah saw bersabda : “Jagalah keikhlasan dalam amalmu, karena dengan keikhlasan, amal yang sedikit akan mendatangkan pahala yang banyak.”

Tsauban ra berkata : “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Berbahagialah orang yang ikhlas, karena ikhlas adalah cahaya hidayah dan karena disebabkan oleh ikhlas fitnah yang paling kejam akan menjauhinya.”

Dalam hadits dikatakan, “Dengan berkah orang-orang yang lemah, Allah Swt menolong umat ini, yaitu berkah doa-doa mereka, shalat mereka, dan keikhlasan mereka.”

Berkaitan dengan masalah ini, Allah Swt berfirman :

“Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya (shalatnya tidak berpengaruh baginya), dan orang-orang yang berbuat riya.” (QS.Al Maa’uun 107,4-6)

Terdapat beberapa pendapat para ulama tentang maksud perkataan “lalai dalam shalat di antaranya adalah, melalaikan waktu shalat, sehingga meng-qadha shalatnya, tidak konsentrasi ketika shalat, yakni perhatiannya ke sana ke mari, ada juga yang menafsirkan dengan lupa dalam jumlah rakaatnya.

Allah Swt berfirman :

“Dan apabila mereka berdiri mengerjakan shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit.” (QS.An Nisaa 4,142)

“Maka datanglah sesudah mereka pengganti yang jelek yang menyia-nyiakan shalatnya dan memperturutkan hawa nafsunya. Maka mereka akan menumui ‘ghayya’ (kesesatan).” (QS. Maryam 19,59)

Ghayya, menurut bahasa artinya kekacauan, yaitu keburukan dan kebinasaan di akhirat. Tetapi ada juga yang menafsirkan Ghayya sebagai sebuah tingkatan dalam neraka Jahannam di dalamnya berisi darah dan nanah. Orang-orang yang shalatnya tidak sempurna akan dimasukkan ke dalam lubang ini.

Allah Swt berfirman :

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterimanya nafkah-nafkah mereka melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka tidak mengerjakan shalat kecuali malas, dan juga tidak menafkahkan harta mereka, melainkan karena terpaksa.” (QS At Taubah 9, 54)

Sedangkan bagi orang-orang yang benar shalatnya, Allah Swt berfirman :

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu yang khusyu dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna. Dan orang-orang yang membayar zakat. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali kepada isteri-isteri dan hamba sahaya yang mereka miliki, maka mereka tidak tercela. Barangsiapa yang melepaskan nafsunya kepada selain itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan menepati janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Itulah orang-orang yang mewarisi, yaitu yang mewarisi Jannah Firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (QS.al Mukminuun 23,:1-11)

Rasulullah saw bersabda, “Jannah Firdaus ialah tempat yang paling tinggi dan istimewa. Di sana ada sungai-sungai yang mengalir. Di dalamnya terdapat Arasy Ilahi. Apabila engkau memohon Jannah, maka memohonlah Jannah Firdaus.”

Dalam ayat lain Allah Swt berfirman :

“Dan carilah pertolongan dengan sifat sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu berat sekali, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. Yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabbnya dan meyakini bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS.al Baqarah 2,45-46)

Dalam ayat lain Allah Swt berfirman :

“Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang pada hari itu hati dan penglihatan menjadi goncang. Mereka mengerjakan yang demikian itu supaya Allah memberi balasan kepada mereka dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, da supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS.an Nuur 24,36-38)

Abdullah Ibnu Abbas ra mengatakan , “Yang dimaksud dengan mendirikan shalat adalah sujud dan ruku dengan sempurna. Benar-benar khusyu dan bertawajjuh dalam shalat.”

Qaatadah ra berkata, “Mendirikan shalat adalah menjaga waktu awal waktu, berwudhu dengan sempurna, ruku dan sujud dengan sebaik-baiknya. Di mana ada ayat tentang mendirikan shalat, sebenarnya itulah maksudnya.”

Mengenai ini, Allah Swt berfirman :

“Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih, adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka akan mengucapkan kata-kata keselamatan. Dan orang-orang yang menghabiskan malamnya dengan bersujud, berdiri di hadapan Rabbnya.” (QS.al Furqaan 25: 63-64)

Setelah Allah Swt menggambarkan beberapa sifat hamba-Nya yang taat dan setia, kemudian Allah Swt berfirman :

“Merekalah orang-orang yang dibalas dengan derajat yang tinggi di dalam Jannah atas kesabaran mereka dan mereka akan disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya. Jannah itu sebaik-baik tempat menetap dan kediaman.”
(QS.al Furqaan 25:75-76)

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam nikmat yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Ar Sajdah 32:16-17)

Wednesday, November 7, 2012

SHALAT-SHALAT SUNNAH DAN SHALAT-SHALAT NAFILAH 5


161- Muthalib Ibnu Rabi’ah r.anhuma mriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berasabda : shalatullail ( shalat tahajud) dikerjakan ( dua-dua rakaat) secara berpasangan. Apabila kamu mengerjakan shalat ini maka sesudah setiap dua rakaat bacalah tasahud dan dalam keadaan itu mohonlah kepada Allah seperti seorang yang benar-benar berhajat, ungkapkanlah ketid...ak berdayan dan kelemahan seseorang. Barangsiapa yang tidak berlaku demikian ini shalatnya tidak sempurna. Musnad Ahmad )

catatan : Doa dapat dilakukan sesudah tasahud ( dalam shalat ) sesudah menyempurnakan shalat.

162- Huzaifah Ibnu Al Yaman r.a. meriwayatkan: pada suatu malam saya mlewati Rasulullah SAW yang sedang engerjakan shalat dalam mesjid di Madinah. Saya berdiri dibelakang Rasulullah SAW dngan keinginan yang sangat untuk mengerjakan shalat bersama dengannya. Rasulullah SAW membaca surat Al Baqarah. Saya menyangka bahwa ia akan berukuk sesudah seratus ayat akan tetapi ia tidak berbuat demikian; karena itu saya mengira bahwa ia akan berukuk sesudah dua ratus ayat akan tetapi ia tidak berhenti disana kemudia saya yakin ia kan pergi rukuk pada akhir surat itu.ketika surat itu berakhirRasulullah SAW memuji Allah dengan ucapan, Allahumma lakalham ( segala puji bagi Allah dan kemuliaan bagi Engkau wahai Alah ) 3 kali. Dan ia kemudian meulai membaca surat Al Imran. Ketika Rasululah SAW menyempurnakan surat ini lagi ia memuji Allah dengan ucapan : Allahumma Lakalham 3 kali, dan memulai membaca surat Al Maidah. Saya yakin bahwa ia pergi rukuk pada akhir surat ini, dan ia berukuk; dan saya mendengarnya membaca tasbih ini dalam rukuk ; “ Subhanallah rabbial aldzim “ ( Maha suci Allah dan kemulian bagi Rab Ku yang Maha Besar ) karena bibir Rasulullah sedang bergerak ; saya berfikir bahwa ia sedang membaca sesuatu yang lain dengannya itu juga, perkataan yang mana saya tidak mengerti. Kemudian ia pergi sujud ; saya mendengar Rasululah SAW membaca tasbih ini ; Subhana rabbial A’la ( maha suci dan kenmuliaan bagi Rabku Yang Maha Tinggi ) dan ia membaca sesuatu yang lain yang tidak saya mengerti. Pada rakat yang kedua a mulai membaca suarat Al Anam. Saya meninggalkannya karena saya kurang sabar untuk meneruskan shalat dengan Rasululah SAW. ( Musanaf Abdurrazak )

163- Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa saya mendengar Rasulullah SAW membaca doa ini pada suatu malam sesudah ia menyempurnakan shalat tahajjudnya.

Artinya : wahai Allah aku memhon kepada Engkau akan rahmat Mu yang dengannya Engkau memberikan petunjuk dalam hatiku, yang dengannya Engkau memudahkan pekerjaanku, dan engkau menghilangkan keadaan kesusahanku dengannya, dan Engkau menguruskan keperluan-keperluanku dalam ketiadaanku dengannya. Dan Engkau memberi kehormatan dan kemulian dengan rahmat Mu ; dan membersihkan amalan-amalanku dar ( kemunafikan dan kekafiran ) dengan rahmat Mu ; dan meletakkan itu dalam hatiku, yang baik dan sesuai bagiku; apa saja yang aku sukai, berikanlah kepaaku dengan rahmat Mu dan lindungilah aku dari segala kejahatan dengan rahmat Mu.

Wahai Allah ! berikanlah kepadaku keyakinan yang sesudah itutidak ada suatu kekafiran dan anugerahkanlah kepadaku yang mana saya boleh mendapatkan kehormatan da karunia dalan dunia ini dan diakherat. Wahai Allah! Aku bermohon kepadamu untuk memberikan aku kemapuan mngambil keputusan yang tepat dan aku mohon kemurahan daripadamu sebagai sahid, dan kehidupan yang bernasip baik dan aku mohon pertolongan Mumelawan musuh-musuh.

Wahai Allah ! Aku meletakkan dihadapan Mu keperluan-keperluanku walaupun pengetauhanku tidak sempurna dan amalan-amalanku lemah sesungguhnya aku sangat memerlukan akan rahmat Mu. waLau pengatur segala urusan dan penyembuh segala hati! Sebagaimana Engkau dengan kekuasaan Mu menjadikan lautan berpisah dari satu dan yang lain ( yang asin tetp berpisah dari yang manis dan yang manis tetap berpisah dari yang asin ) demikian pula aku mohon jauhkanlah aku daripada api neraka dan sikasaannya, ketika orang-orang mulai meratapi ( dan berdoa bagi kematian )dan jauhkanlah aku daripada siksa kubur. Wahai Allah ! aku meminta dari rahmat Mu kebaikan yang pengetauhanku belum dapat sampai dan amalku yang lemah untuk memperolehi kebaikan itu yang jauh dari jangkauan niatku yang belum aku minta kepada Mu, karena Engkau telah berjanji diantara ciptaan Mu kepada setiap hamba-hamba Mu atau suatu kebaikan yang Engkau ingin berikan kepada seorang hamba Mu. Wahai Pemberi rezeki sekalian alam ! aku juga menginginkan yang kebaikan dari Engkau dan aku memohon darinya dengan sebab rahmat Mu.

Wahai Engkau yang tak pernah menyalahi janji dan Tuhan segala amal kebajikan ! aku bermohon kepada Engkau kebahagiaan pada hari azab untuk berada dikalangan orang-orang ahli sorga pada hari kiamat ; orang-orang yang Engkau sukai dan yang menghadiri mahkamah Ilahi Mu, yang rukuk dan yang bersujud dan yang memnuhi janji-janji Mu. Tiada keraguan, engkau adalah Yang maha Pengasih lagi maha Penyayang dan tiada keraguan apa saja yang Engkau suka Engkau pasti melakukannya.

Wahai Allah ! jadikanlah Aku menunutn orang lain kepada jalan kebaikan dan berikanlah kepada kami petunjuk. Janganlah Engkau menyesatkan kami dan janganlah Engkau menjadikan aku menyesatkan orang lain. Aku boleh berada dalam ketraman dengan shabat-sahabat Mu dan musuh dari musuh-musuh Mu. Mereka yang mencintai Engkau aku mencintai mereka karena cinta adaklah milik Mu, dan mereka yang bertentangan dengan Engkauaku musti mempunyai kebencian dengan mereka karena kebnecian mereka denga Emgkau. Wahai Allah ! kewajiban aku untuk berdoa ; dan adakah kewajiban Engkau untuk menrimanya dan inilah usahaku dan keyakinan ku tehadap Mu.

Wahai Allah! letakkanlah nur dalam hatiku dan jadikanlah kuburku bercahaya dan jadikanlah nur dihadapanku nur pada belakangku, nur pada bagian kiriku, nur pada bagian kananku, dan nur dari atasku, nur dari bawahku, ( nur Mu meliputi aku ) dan nur pada telingaku, nur pada mataku, dan nur pada setiap helai ramutku, nur pada kulitku, nur pada dagingku, nur pada darahku, nur pada setiap tulang belulangku.

Wahai Allah ! tambahkan nurku dan berikanlah kepadaku nur dan jadikanlah nur nasibku. Maha suci adalah kekuasaan Nya yang tertinggi, kehormatan adalah hijab Nya, dan perintah Nya adalah yang terhormat. Kemuliaan dan penerimaa Nya adalah pakaian Nya dan kemurahan hati Nya. Maha suci adalah kekuasaan Nya yang tertinggi; hanyalah Dia yang bebas dari segala cacat. Maha Suci adalah kekuasaannya yang tertinggi, Dialah yang maha tinggi dan penuh rahmat. Maha suci adalah kekuasaan yang tertinggi; Dia memliki martabat yang tertingi dan pemurah. Maha suci adalah kekuasaannya yang tertinggi ; Dia pemilik kekuasaan dan kehormatan yang besar. ( HR.Tirmidzi )

164- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa rasulullah SAW bersabda ; barangsiapa yang membaca seratus ayat dalam shalat pada malam hari ia tidak akan tertulis berada diantara oprang-orang yang lalai, dan barangsiapa yang membaca duaratus ayat pada malam hari, ia dikira berada dantara hamba-hamba yang mukhlis pada malam itu. ( Mustadarak Hakim )

165- Abdullah Ibnu Amr Ibnu Al-As r.anhuma meriwayatkan bahwa Rasululah SAW bersabda : barangsiapa membaca sepuluh ayat dalam tahajjd tidaka akan berada siantara orang-orang yang lalai dan barangsiapa yang me,baca seratus ayat dikira diantara orang-orang taat ; dan barangsiapa membaca seribu ayat dikira berada dianatara orang-orang yang menerima ganjaran sama dengan satu qintr. ( Ibnu Khujaimah )

Catatan : Makna qintr dijelaskan dalam hadist berikut ( 166 )

166- عن أبى هريررضىالله عنه أن رسول الله r قال : القنطار اثنا عشر ألف أوقية، كل أوقية خيرمما بين السماء والأرصى. رواه ابن حبان، قال المحقق: إسناده حسن 6/311

166- Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : satu qintar adalah sama dengan dua belas ribu uqiyah dan taiap-tiap uqiyah adalahj lebih bernilai daripada segala yang ada antara langit dan bumi. ( Ibnu Hiban )

167- عن أبى هريررضىالله عنه قال : قال رسول الله r : رحم الله رجلا قام من الليل فصلى ثم أيقظ امرأته فصلت، فإن أبت نضح فى وجهها الماء، ورحم الله امرأة قامت من الليل فصلت ثم أيقظت زوجها فصلى، فإن أبى نضحت فى وجهه الماء. رواه النسائى، باب الترغيب فى قيام اليل ، رقم : 1611

167- Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullahj SAW bersabda : semoga Allah merahmati orang yang bangun pada malam hari dan mengerjakan tahajjud dan membangunkan istrinya supaya ia juga mengerjakan shalat. Jikalau ia tidak bangun ( dan tetap ditempat tidur karena lelap ), ia memercikkan air ke atas mukanya untuk menolongnya bangnun.dan semoga Alah merehmati seorang wanita yang bengun pada malam hari dan mengerjakan shalat dan membangunkan suaminya untuk tahajjud dan jikalau ia tidak bangun ia memercikkan air keatas mukanya untuk membangunkannya. ( Nasai ).

Catatan : Hadist ini berkenaan dengan pasangan suami istri yang gemar melakukan shalat tahajjud dan membangunkan satu sama lain dengancara ini yang tidak menyebabakan suatu kemurkaan.

168- عن أبى هريرة رضىالله عنهما قالا: قال رسول الله r إذا أيقظ الرجل أهله من الليل فصليا أوصلى ركعتين جميعا كتب فى الذاكرين والذاكرات. رواه أبو داود، باب قيام الليل، ررقم : 1309

168- Abu Hurairah dan Abu said r.anhuma meriwayatkna bahwa Rasulullah SAW bersabda : Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya pada malam hari dan keduanya mengerjakan ( paling kurang ) dua rakaat shalat tahajjud, maka mereka dikira diantara laki-laki dan wanita yang mengingatin Allah sebanyak-banyaknya. ( HR.abu Daud )

169- عن عطاء رحمه الله قال : قلت لعائشة: أخبر ينى بأعجب ما رأيت من رسول الله قالت : وأى شأنه لم يكن عجبا؟ إنه أتانى ليلة فدخل معى لحافى ثم قال : ذرينى أتعبد لربى، فقام فتو ضأثم قام يصلى، فبكى حتى سالت دموعه على صدره، ثم ركع فبكى ثم سجد

169- Attah rahimahullah meriwayatkan : saya meminta Aisyah r.anha untuk m,eberitahu saya seuatu yang tidak biasa dan luar biasa yang engkau perolehi tentang Rasulullah SAW. Aisyah r.a. menjawab : adakah sesuatu dalam dirinya yang tidak biasa dan luar biasa ! pada suatu malam ia datang kepadaku dan berbaring denganku dalam satu selimut, setelah bebera saat ia terbangun katanya : biarkan akumenyembah Rabku. Ia bangun mengambil wudhu dan mualai mengerjakan shalat. Ia mulai menangis sehingga air matanya mengalir membasahi dadanya.ia terus menagis dalam rukuk dan sujud kemudian ia mengangkat kepalanya dari sujud dan terus mnangis sehinga Bilal r.a. datang dan memanggilnya untuk shalat fajar. Saya bermohon dengan Rasulullah SAW untuk meberitahukan kepadaku apa yang menyebabkan dia begitu banyak menagis ; karena Allah telah mengampuni semua dosa-dosanya yang telah lampau, sekarang dan akan datang ? Rasulullah menjawab : tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah ? dan kemudian ia menambahkan : dan mengapa aku tidak berbuat demikian, apabila Allah SWT telah mewahyukan ayat-ayat ini kepadaku pada malam tadi…..

إن فى خلق السموت والأرض واختلاف الليل والنهار لايت لاولى الأباب

…..sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan dalam peralihan malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mempunyai pengetauhan. Al Imran….(Ibu Hibban dan Iqamatul ujjah).

170- Aisyah r.anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : barangsiapa yang mempunyai kebiasaan mengerjakan shalat tahajjud ( pada setiap malam ) dikuasai oleh ngantuk, maka Allah memberikan kepadanya pahala shalat tahajjud , dan tidurnya adalah hadiah tambahan baginya. ( Nasai )

Pos Comment

Artikel Ini dapat di Copy sebanyak yang anda inginkan dan di sebarluaskan Karena Ilmu yang baik adalah yang dapat di amalkan kepada semua Orang

Category

Umum (12) Hadis (4) Shalat (3) Sunnah (3) Akhlak (2) Akidah (2) TV (1)
TvQuran

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in Indonesia